Penglingsir dan Prajuru MGTH Pusat Hadiri Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur.

Bangli (MGTHBangli) | Penglingsir dan jajaran Prajuru Maha Gotra Tirta Harum (MGTH) Pusat menghadiri persembahyangan dalam rangka Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur, Sabtu (26/9). Kehadiran keluarga besar MGTH Pusat tersebut menjadi wujud sradha dan bhakti sekaligus momentum untuk mempererat jalinan pasemetonan.
Persembahyangan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa bhakti. Penglingsir bersama jajaran prajuru MGTH Pusat mengikuti rangkaian persembahyangan bersama para pemedek yang hadir. Melalui persembahyangan tersebut, umat memohon kerahayuan, keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kehadiran Penglingsir dan Prajuru MGTH Pusat dalam pelaksanaan Pujawali juga menjadi bentuk penghormatan terhadap keberadaan pura serta warisan spiritual dan tradisi leluhur yang terus dijaga oleh umat Hindu Bali.

Momentum Pujawali dimanfaatkan pula untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara keluarga besar MGTH. Pertemuan dalam suasana keagamaan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat saling asah, saling asih, dan saling asuh dalam kehidupan pasemetonan.

Dalam kehidupan umat Hindu, pelaksanaan Pujawali tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian upacara keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sradha dan bhakti. Kehadiran bersama di tempat suci menjadi sarana untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, dan budaya.

Penglingsir dan Prajuru MGTH Pusat juga menaruh perhatian terhadap pentingnya pelestarian tradisi dan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan dapat terus mengenal, memahami, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pasemetonan.

Melalui persembahyangan Pujawali di Pura Tuluk Biyu Batur, keluarga besar MGTH Pusat kembali menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga hubungan spiritual dan pasemetonan. Momentum tersebut diharapkan dapat memberikan makna serta energi positif bagi seluruh keluarga besar MGTH dalam menjalankan kehidupan yang harmonis berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Kehadiran Penglingsir dan Prajuru MGTH Pusat pada Pujawali, Sabtu (26/9), sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi (d.g.r)

Bagikan Tulisan ini :