Karya Agung Madewasraya dan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur.

Bangli (MGTHBangli) | Suasana religius menyelimuti Pura Tuluk Biyu Batur, Parahyangan Agung Pucak Gunung Abang, Kahyangan Jagat, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dalam rangka pelaksanaan Karya Agung Madewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Warsa 2026 Caka 1948.

Karya agung tersebut menjadi momentum spiritual bagi umat Hindu untuk menghaturkan sujud bhakti dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Tuluk Biyu Batur. Selain sebagai pelaksanaan keagamaan, rangkaian karya juga menjadi ruang untuk mempererat rasa menyama braya, gotong royong dan kebersamaan umat.

Berdasarkan pemberitahuan dari Prajuru Karya Agung Madewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat, rangkaian karya telah dimulai pada 28 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 11 Oktober 2026.

Salah satu tahapan utama dalam rangkaian tersebut adalah puncak Karya lan Mepepada Agung yang akan dilaksanakan pada:

Rahina Saniscara Umanis Bala, 26 September 2026, mulai pukul 07.30 WITA, bertempat di Pura Tuluk Biyu Batur.

Puncak karya tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian upacara yang dipersiapkan secara bersama oleh prajuru, pengempon, pengemong, serta umat yang memiliki keterikatan dengan Pura Tuluk Biyu Batur.

Dalam pelaksanaannya, seluruh umat diharapkan dapat mengikuti setiap rangkaian upacara dengan penuh kesucian, ketertiban dan rasa bhakti, sehingga pelaksanaan karya dapat berlangsung lancar serta sesuai dengan tatanan dan dresta yang berlaku.

Memohon Kerahayuan Jagat

Pelaksanaan Karya Agung Madewasraya dan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat tidak hanya memiliki makna sebagai sebuah prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi, meningkatkan kualitas bhakti dan memperkuat hubungan harmonis antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sesama, serta alam lingkungan.

Melalui rangkaian upacara tersebut, umat bersama-sama memanjatkan doa agar senantiasa dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan keharmonisan, baik bagi umat Hindu maupun bagi seluruh jagat.

Prajuru karya juga mengajak seluruh umat untuk turut mendukung kelancaran pelaksanaan karya dengan mengedepankan semangat menyama braya, paras-paros, salunglung sabayantaka, serta menjaga kesucian dan ketertiban selama berada di kawasan pura.

Dengan semangat kebersamaan dan ketulusan dalam melaksanakan yadnya, Karya Agung Madewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Warsa 2026 Caka 1948 diharapkan menjadi momentum peningkatan sradha dan bhakti sekaligus membawa kerahayuan bagi umat, desa, wilayah Bali dan jagat semesta. (d.g.r)

Om Santih, Santih, Santih Om.

Bagikan Tulisan ini :