Karangasem (MGTHBangli) | Puncak Karya IBTK 2 April 2026 Pasemetonan Maha Gotra Tirta Harum Nusantara digelar dengan penuh kekhusyukan di Pura Pedarman Dalem Bakas, kawasan suci Besakih. Prosesi persembahyangan yang dihadiri oleh ribuan pasemetonan dari berbagai daerah berlangsung khidmat, tertib, dan lancar, mencerminkan tingginya rasa bhakti serta kekompakan pasemetonan yang hadir.

Sejak dini hari, umat sudah mulai berdatangan dan memadati areal pura. Dengan mengenakan busana adat sembahyang bernuansa hitam dan putih, para pemedek membawa berbagai sarana upakara seperti banten, canang, dan perlengkapan persembahyangan lainnya sebagai wujud ketulusan hati dalam menghaturkan bhakti ke hadapan Leluhur – Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Suasana religius dan sakral begitu terasa, terlebih dengan latar kawasan Besakih yang menjadi pusat spiritual umat Hindu di Bali.
Memasuki rangkaian puncak upacara, suasana semakin hening dan penuh makna. Lantunan mantra suci yang dipanjatkan berpadu dengan suara genta, mengiringi jalannya persembahyangan yang dipuput oleh Ida Bhagawan dari Griya Sidan, Gianyar. Seluruh pasemetonan larut dalam doa, memohon anugerah keselamatan, kesejahteraan, serta keharmonisan bagi diri, keluarga, dan alam semesta.
Rangkaian puncak karya juga semakin sakral dengan adanya berbagai persembahan tari wali yang ditampilkan sebagai bentuk bhakti. Tarian sakral Rejang dipersembahkan dengan penuh kelembutan sebagai simbol ketulusan dan penyambutan. Selain itu, turut dipentaskan Tari Baris oleh pengurus MGTH Pusat yang menggambarkan semangat pengabdian dan keteguhan dalam menjalankan Dharma.



Tidak hanya itu, suasana upacara juga diperkaya dengan pementasan Topeng yang sarat akan nilai filosofis dan spiritual, serta Wayang yang menjadi media tuntunan dan tontonan, menyampaikan ajaran-ajaran dharma melalui kisah-kisah suci. Seluruh rangkaian kesenian sakral tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan yadnya, sekaligus wujud pelestarian adat dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang Karya IBTK April 2026 yang sebelumnya telah diawali dengan berbagai prosesi sakral, seperti pemelastian, matur piuning, hingga upacara-upacara pendukung lainnya. Seluruh rangkaian tersebut dilaksanakan sebagai bentuk yadnya yang tulus ikhlas, sekaligus sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Keberhasilan pelaksanaan puncak karya ini tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi berbagai pihak. Panitia pelaksana, pecalang, serta seluruh pasemetonan yang terlibat bahu-membahu dalam memastikan kelancaran kegiatan. Pengaturan arus umat, penataan area persembahyangan, hingga kesiapan fasilitas pendukung berjalan dengan baik, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pemedek.
Selain sebagai pelaksanaan yadnya, momen ini juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar semeton Maha Gotra Tirta Harum Nusantara. Kehadiran pasemetonan dari berbagai wilayah menunjukkan kuatnya rasa persatuan dan kekeluargaan yang terjalin. Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan, nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta rasa saling memiliki semakin terasa kuat.
Puncak IBTK April 2026 ini juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat untuk terus meningkatkan sraddha dan bhakti dalam kehidupan sehari-hari. Melalui persembahyangan bersama ini, diharapkan umat dapat semakin mendekatkan diri kepada Leluhur – Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai dharma dalam setiap aspek kehidupan.
Dengan terselenggaranya seluruh rangkaian Puncak Karya IBTK April 2026 secara khidmat, tertib, dan lancar, diharapkan energi spiritual yang tercipta dapat memberikan kerahayuan dan kedamaian bagi seluruh Pasemetonan, serta membawa keharmonisan bagi jagat Bali dan semesta secara luas (d.g.r)



