Bhakti Tanpa Batas, Ribuan Semeton MGTH Nusantara Mengikuti Prosesi Pemelastian Menjelang Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026 di Pura Agung Besakih

Karangasem (MGTHBangli) | Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Pura Agung Besakih saat ribuan semeton MGTH Nusantara mengikuti prosesi pemelastian Ida Betara Pura Pedarman MGTH Dalem Bakas Besakih dalam rangkaian Ngusaba Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) tahun 2026. Prosesi sakral ini menjadi bagian penting dalam tahapan penyucian menjelang pelaksanaan puncak karya.

Sejak dini hari, para pemedek telah berdatangan dari berbagai daerah di Bali maupun luar Bali. Dengan mengenakan busana adat madya dan utama, mereka memadati areal pura untuk melaksanakan persembahyangan bersama sebagai awal dari rangkaian prosesi. Suasana semakin khidmat dengan lantunan kidung suci yang menggema, berpadu dengan iringan gamelan Bali yang mengiringi jalannya upacara.

Prosesi pemelastian diawali dengan penurunan pratima dan pralingga Ida Betara dari Pura Pedarman MGTH Dalem Bakas Besakih. Puluhan jempana yang dihiasi ornamen khas Bali diusung oleh para pengayah secara bergantian. Barisan terdepan diisi oleh pembawa umbul-umbul, tedung, serta berbagai perlengkapan upacara yang melambangkan kebesaran dan kesucian Ida Betara.

Ribuan semeton MGTH Nusantara dengan penuh bhakti ngiring dalam iring-iringan panjang tersebut. Mereka berjalan kaki menuju sumber air suci Tegal Suci sebagai tempat pelaksanaan pemelastian. Perjalanan yang ditempuh tidak menyurutkan semangat umat, justru menjadi wujud nyata dari sradha dan bhakti yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pemelastian memiliki makna yang sangat mendalam dalam ajaran Hindu. Selain sebagai sarana penyucian pratima dan sarana upakara, prosesi ini juga menjadi simbol pembersihan diri secara lahir dan batin. Umat memohon agar segala kotoran dan hal-hal negatif dapat dilebur, sehingga tercipta keseimbangan antara Buana Alit (diri manusia) dan Buana Agung (alam semesta).

Rangkaian Ngusaba Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih dikenal sebagai salah satu karya agung terbesar di Bali. Upacara ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk bhakti kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Besakih, yang merupakan pusat kahyangan jagat umat Hindu di Bali. Puncak karya yang jatuh pada Purnama Sasih Kedasa (2/4/26) akan dipuput oleh para sulinggih dari berbagai griya di Bali.

Selama pelaksanaan karya, berbagai rangkaian upacara akan digelar, termasuk persembahyangan nyejer yang berlangsung selama beberapa minggu hingga upacara penyineban sebagai penutup. Antusiasme umat yang tinggi setiap tahunnya menunjukkan kuatnya nilai spiritual dan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Satgas MGTH bersama pecalang dan aparat keamanan melakukan pengaturan arus umat serta jalannya prosesi. Koordinasi yang baik ini memastikan seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Semangat gotong royong dan kebersamaan tampak jelas dalam setiap tahapan prosesi. Pasemetonan MGTH Nusantara dengan tulus menjalankan tugasnya masing-masing, mulai dari persiapan sarana upakara hingga pengaturan jalannya upacara. Hal ini mencerminkan kekuatan nilai adat dan budaya Bali yang tetap hidup dan terjaga di tengah perkembangan zaman.

Melalui pelaksanaan prosesi pemelastian ini, diharapkan seluruh rangkaian Ngusaba Ida Bhatara Turun Kabeh tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna. Umat juga berharap agar karya agung ini membawa kerahayuan, kedamaian, serta keseimbangan bagi seluruh umat manusia dan alam semesta.

Prosesi yang berlangsung dengan penuh kesucian ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat Hindu dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur yang adi luhung. Bhakti tanpa batas yang ditunjukkan oleh ribuan semeton MGTH Nusantara menjadi cerminan nyata dari kekuatan spiritual yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Bali. (d.g.r & foto by : Sang Nyoman Widraputra).

Bagikan Tulisan ini :