PERSIAPAN PUJA WALI PURNAMA KEDASA PURA PEDHARMAN DALEM BAKAS BESAKIH, PENGURUS MGTH PUSAT GIAT BERLATIH TARI BARIS JOJOR, TARI REJANG PEMENDAK TUNJUNG MANCA WARNA DAN TARI REJANG RENTENG.

Bangli [MGTHBangli] – Menjelang pelaksanaan puja wali PURNAMA KEDASA di Pura Pedharman Dalem Bakas Besakih (2/4), suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mulai terasa di lingkungan Pasemeton MGTH. Berbagai persiapan dilaksanakan secara bertahap, baik dari segi sarana upacara maupun kesiapan para pengayah. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah latihan Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng yang dibawakan oleh Pengurus MGTH Pusat, sebagai persembahan masa purna bhakti 2021-2026.

Latihan Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng, dilaksanakan secara rutin di Puri Tirta Salau LC. Aya Bangli pada sore hingga malam hari, diikuti oleh para Pengurus MGTH Pusat dengan penuh antusias. Meski dilaksanakan setelah aktipitas sehari-hari, para peserta tetap menunjukkan semangat dan kedisiplinan tinggi dalam mengikuti latihan. Hal ini mencerminkan komitmen dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali, khususnya tari sakral yang memiliki nilai religius tinggi.

Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng adalah merupakan tari wali yang memiliki makna mendalam sebagai simbol kesiapan, keteguhan, serta wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Gerakan tari yang tegas dan penuh wibawa menggambarkan jiwa keprajuritan, sekaligus sebagai pengiring dalam rangkaian upacara keagamaan di pura. Oleh karena itu, dalam proses latihan, para penari tidak hanya difokuskan pada teknik gerakan, tetapi juga pada penghayatan, etika, serta kesucian diri.

Manggala Pemucuk MGTH Pusat menyampaikan bahwa proses latihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan dasar gerakan, kekompakan formasi, hingga penyesuaian dengan iringan gamelan. “Kekompakan dan rasa kebersamaan sangat penting dalam Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng Selain itu, penari juga harus benar-benar memahami makna dari setiap gerakan agar penampilan saat puja wali bisa berjalan dengan baik dan sakral,” ujarnya.

Penglingsir MGTH juga menambahkan bahwa keterlibatan Pengurus MGTH Pusat dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas persiapan upacara, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan adat dan budaya. “Kami ingin Pengurus tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur. Melalui latihan ini, dimaknai tentang tanggung jawab, disiplin, serta nilai kebersamaan,” ungkapnya.
Jenis tari wali yang dipersembahkan selain Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng, juga menampilkan Topeng Panca dan Wayang Lemah.

Selain latihan tari, Pengurus juga secara bergotong royong mempersiapkan berbagai keperluan upacara lainnya, seperti persiapan kegiatan Melasti, pembuatan banten, penataan area pura, serta persiapan sarana pendukung lainnya. Keterlibatan seluruh elemen Pasemetonan MGTH ini menjadi cerminan kuatnya rasa menyama braya dalam kehidupan adat di Bali.

Dukungan dari para Pasemetonan dan Pengurus MGTH juga sangat terasa, baik dalam bentuk motivasi maupun fasilitas yang diberikan selama proses latihan berlangsung. Pengurus MGTH berharap kegiatan ini dapat terus aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan adat dan keagamaan.

Dengan persiapan yang matang dan semangat kebersamaan yang tinggi, diharapkan pelaksanaan puja wali nanti dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh makna. Penampilan Tari Baris Jojor, Tari Rejang Pemendak Tunjung Manca Warna dan Tari Rejang Renteng oleh Pengurus MGTH Pusat diharapkan mampu memberikan nuansa sakral serta menjadi persembahan tulus kepada Leluhur – Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (d.g.r).

Bagikan Tulisan ini :